Tuesday, 7 January 2014

Biografi dan cerita ridwan kamil



Ridwan Kamil adalah anak kelahiran Bandung di tanggal 4 Oktober 1971.  Terlahir dari keluarga yang sederhana namun hangat, ia menyelesaikan pendidikan tingginya di jurusan Arsitektur ITB dan lulus S2 di University of California Berkeley. Setelah lulus, ia melanjutkan pekerjaan profesional sebagai arsitek di berbagai firma di Amerika Serikat. Secara profesional telah mengerjakan lebih dari 50 proyek arsitektur dan urban design di benua amerika, Timur tengah dan Asia. Ia bersama firmanya sudah memenangkan sayembara dan penghargaan lebih dari 20 kali.  


Berbekal pendidikan Urban Design, ia juga diangkat menjadi penasehat arsitektur kota Jakarta, penasehat ekonomi kreatif Taiwan dan penasehat pembangunan kota Surabaya. sehingga kota pahlawan ini mendapat banyak penghargaaan dalam pembangunan perkotaan. Saat ini diangkat Gubernur Jawa Barat sebagai Ketua Pelaksana Pengembangan Ekonomi Kreatif Jawa Barat.
Percaya bahwa kota di masa depan harus dibangun dengan konsep kolaborasi, ia mendirikan banyak komunitas sosial di masyarakat seperti Bandung Creative City Forum (BCCF), gerakan Indonesia Berkebun, Bandung Citizen Journal, Konsep One Village One Playground dll. 
Ridwan Kamil, memiliki visi bahwa Bandung bisa dibangun menjadi kota terbaik di Indonesia jika inovasi, kreativitas dan kolaborasi bisa menjadi ruh dalam membangun kota Bandung. Sekelumit profil di buku ini memuat sekilas ide, gagasan dan mimpi-mimpinya tentang membangun sebuah kota yang manusiawi dan berkelanjutan.Mari Membangun Kota dengan Gagasan-gagasan Baru.
Mochamad Ridwan Kamil menuliskan dirinya sebagai seorang pemimpi dan pecinta kota. Arsitek, urban designer, penulis dan dosen ini adalah pendiri Urbane, sebuah jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain terkemuka di Indonesia dan manca negara. Meski berpusat di Bandung, karya- karya Urbane bertebaran di Singapura, Bangkok, Bahrain, Beijing, Vietnam dan tentu saja Indonesia. Umumnya proyek ini berupa pengembangan kawasan perkotaan seluas 10-1000 ha, atau disebut sebagai mega proyek.
Salah satu proyek yang dikerjakannya kini adalah Superblock Project untuk Rasuna Epicentrum di Kuningan Jakarta.Ia menggarap 12 hektar dari total kawasan 50 hektar, termasuk diantaranya Bakrie Tower, Epicentrum Walk, perkantoran, ritel, dan waterfront. Di luar itu, ia adalah Ketua Bandung Creative City Forum (BFCC), sebuah komunitas kreatif yang ingin menjadikan Bandung sebagai kota terindah nomor lima di dunia dalam lima tahun mendatang.
Kami bertemu di restoran Social House, Grand Indonesia, Jakarta, yang udaranya begitu dingin. Ia tampil necis dengan jas dan rambut yang kelihatan setengah basah, meski baru saja turun dari ojek motor. “Memang agak kontradiktif ya,”katanya menyadari, “selain menghemat waktu, dengan ojek saya melihat paradog kota Jakarta. Untuk menuju gedung mewah, saya melewati kampung kumuh, menyaksikan orang berpanas-panas, higienis rumah yang tidak diperhatikan, yang seringkali menempel terus di kepala, dan saya menuliskannya di blog.” Efektivitas ini memang diperlukan bagi Ridwan yang memutuskan untuk tetap tinggal di Bandung. Ia datang ke Jakarta dua kali dalam seminggu, dan menargetkan enam pertemuan dalam sehari.
Upaya keras ini dilakukannya dengan disiplin demi mematahkan tiga mitos yang selama ini mengganggu dirinya. Mitos itu adalah kalau ingin sukses harus di Jakarta, full professional dan untuk menjadi besar harus punya kantor besar. “Dari ukuran bisnis, saya buktikan. Saya tidak harus ke Jakarta. Kedua, saya tidak full professional karena sebagian patner kerja adalah dosen. Tiga, kantor saya kecil, hanya 25 orang. Untuk proyek besar, konsep saya outsourching, sehingga saya fokus di boutique design,” katanya tegas. Resep keberhasilan ini, katanya, adalah menunjukkan bahwa mereka selalu eksis kreatif dengan mengikuti berbagai sayembara desain. “Hampir 15 kali juara pertama dari tahun 2004, baik di dalam negeri maupun di luar,” ucapnya.
Memang perlu waktu sepanjang lima belas tahun untuk mendapatkan rasa percaya dirinya. Sebelumnya, ia mengaku sangat pemalu. Dilahirkan sebagai anak kedua dari lima bersaudara, dan tidak memiliki kemiripan nama dengan keempat saudaranya yang bermarga Zaman, ia acap merasa tak diperhatikan oleh orang tuanya, dan terutama ayahnya. Sebagai konsekuensi psikologis anak-anak seusianya, ia sering meluapkan amarah bawah sadarnya dengan berantem atau melakukan kebandelan khas anak-anak. Untunglah ia memiliki seorang ibu, dosen jurusan farmasi, yang bisa meredam segala gejolak emosinya. Hobinya? Menghayal. “Setiap kali ayah keliling dari berbagai negeri dan memamerkan kota-kota melalui slide show, pikiran saya melayang, membayangkan tokoh-tokoh komik hidup di sana,” kenangnya. Ayah Ridwan adalah seorang dosen jurusan hukum. Setiap kali pulang dari luar negeri, ayahnya selalu memutar slide kota-kota yang disinggahi. Kota-kota yang indah berbeda bayangan dengan apa yang dilihat di negerinya, membuat kecintaan akan kota yang menyamankan masyarakatnya mulai muncul. Sementara itu, kecintaan pada bacaan komik telah melambungkan daya imajinasinya bak Superman melanglang buana ke berbagai kota. Terasa ada semacam keinginan bawah sadar untuk bisa menyaingi perjalanan ayahnya. Kelak kesukaan ini akan memengaruhi desain gaya Ridwan yang cukup imajinatif dan tidak konservatif.
“Dalam perjalanan hidup, rupanya pilihan hidup saya banyak ditentukan oleh kebetulan,”ujar Ridwan tentang jurusan arsitektur yang kini melambungkan namanya. Pilihan pertamanya adalah jurusan Teknik Kimia. Ia pun lantas menetapkan hati untuk menjadi yang terbaik atas apapun kehendak yang harus diterima. Untuk itu, ia harus mencari tambahan uang saku dengan membuat ilustrasi cat air ke proyek dosen atau membuat maket. Hal ini dilakukan karena orang tuanya memberikan jatah yang sama dengan seluruh saudaranya. Padahal jurusan arsitektur membutuhkan biaya yang lebih banyak. “Sebagai orang yang terlahir dari sebuah keluarga yang memberikan baju kembar untuk kami bersaudara hanya pada hari lebaran, saya harus memutar otak.”
Untunglah dalam dirinya sudah terdapat intuisi bisnis yang sudah diasahnya sejak duduk di bangku SD. Ia pernah jualan es mambo bikinannya sendiri di rumahnya yang terletak di sebuah lapangan sepakbola. Di sini, ia belajar bagaimana situasi sebagai peluang, sesuatu yang kelak membantunya dalam menyusun bisnisnya.  ”Kadang, saya suka menghayalkan apa yang saya bisa eksploitasi dari suasana itu dalam arti positif,” ungkapnya. Baginya, kewirausahaan merupakan hal penting dalam berbisnis. “Banyaknya kegagalan yang dialami oleh seorang arsitek itu dikarenakan mereka tidak bisa menjadi seorang enterpreneur. Enterpreneur itu butuh keberanian.”
Keberanian itu pula yang membuat ia memutuskan untuk bertualang seusai menamatkan kuliah S1-nya di Institut Teknologi Bandung dan bekerja di belantara Amerika untuk pertama kalinya. Keberanian itu pula yang akhirnya memicunya berpikir kala empat bulan kemudian ia dipecat karena krisis moneter yang menyebabkan klien asal Indonesia tidak membayar pekerjaannya. Padahal kebanggaan saat melambaikan tangan di bandara pada orang-orang yang dicintainya masih melekat di pikirannya. Terus terang ia malu pulang. “Saya katakan pada perusahaan saya, bahwa saya akan survive sendiri. Tolong jangan bilang bahwa saya harus pulang…,”harapnya pada mantan bosnya. “Inilah titik balik dalam kehidupan saya.”
“Saya merasa bahwa saya berubah karena dicemplungin dalam sosial budaya di Amerika dimana saya harus survive sendiri. Itu yang membuat saya harus menguatkan diri dan karakter saya karena saya mengembara,” katanya. Ia lalu meraih jenjang pendidikan lebih tinggi dengan mengambil S2 di University of California, Berkeley, Amerika Serikat melalui sebuah beasiswa. Ia ingat betul bagaimana demi bertahan hidup, ia berhemat dengan cara makan sehari sekali di resto murahan seharga 99 seni dan bekerja paruh waktu di dinas tata kota Berkeley. “Nilai-nilai hidup saya banyak lahir dari tekanan, dan nilai itu yang saya pegang dan jadikan cara bernegosiasi dalam kehidupan.” Dari Amerika, ia pindah ke Hongkong untuk bekerja.
Setelah dirasa cukup pengalaman, ia kembali ke Indonesia dan mendirikan bendera bisnisnya sendiri (2004). Rencana baru dibangun. “Dalam empat tahun pertama, target saya membangun reputasi dari sisi komersial. Menasehati klien yang banyak uangnya untuk membuat kota yang lebih baik. Empat tahun berikutnya, ini artinya sekarang, saya fokus untuk membangun masyarakat miskin kota,” ungkap Ridwan yang begitu khawatir dengan masa depan anak-anak yang kebanyakan main di shopping mall dan time zone. Karena itulah, ia kini serius menggarap proyek CSR perusahaan besar dengan program one village one playground.  Mengapa dua rencana itu tidak dilakukan secara bersamaan, ia punya alasan. “Saya tak bisa melakukan kekumuhan dan kota secara bersamaan. Ini hanya soal pemilahan aja,”katanya.
Bila kini ia begitu memperhatikan masyarakat miskin, ini bukan soal romantisisme atau kegenitan belaka. “Saya pernah merasakan menjadi masyarakat miskin kota,”ia mengutarakan masa kelamnya di New York. Ia diberhentikan dari tempat kerjanya, tepat pada saat sang istri akan melahirkan anak pertamanya. Hal itu terjadi karena kelalaian perusahaan tidak memperpanjang visa kerjanya, dan ia terpaksa disebut sebagai menjadi pendatang ilegal, dan tak punya pekerjaan.
Demi mendapatkan pelayanan kesehatan, ia harus mengaku miskin kepada pemerintah setempat. Untuk itu, ia terpaksa memalsukan cek perusahaan agar dituliskan gaji sebesar 30% dari gaji sesungguhnya agar mendapat kriteria miskin karena syarat masuk ke rumah sakit miskin ia harus bekerja dengan gaji di bawah standar. “Akhirnya saya menemani istri saya melahirkan di rumah sakit khusus masyarakat miskin. Di ruangan itu, selusin ibu-ibu menjerit. Hampir
belasan jam saya di sana. Stress sekali. Memori itu masih kuat hingga kini.”
Pengalaman inilah yang terus menyadarkannya akan geliat roda kehidupan. “Mungkin kini saya tengah berada di atas, tapi alhamdulilah saya tidak akan pernah melupakan berbagai peristiwa itu. Karena banyak beruntung, maka saya menyisihkan uang kantor untuk berzakat, selain berpajak.” Ia juga mewakafkan tanah bagi penduduk miskin di sekitarnya. Kebaikan ini, katanya, sering pula dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang membuatnya gundah. “Makanya filosofi hidup saya adalah to live is to give. Nasehat dari ibu saya terbukti, semakin banyak memberi, rejeki saya semakin banyak. Saya nggak tahu secara misterius ada korelasinya. Moga-moga saya bukan termasuk orang yang pelit.”
“Kalau orang bilang orang mati meninggalkan nama. Bagi saya, keinginan tertinggi saya adalah kalau saya mati saya meninggalkan inspirasi, ide, cerita yang orang lain akan lanjutkan.” Hidup dalam berupa-rupa tantangan rupanya mengalir juga pada hasratnya pada wanita. “Istri saya waktu itu yang ngecengin hampir 35 orang. Tanpa sengaja, saya baca buku hariannya, dan menemukan posisi saya di urutan 36-37,”ujar Ridwan yang menyukai wanita yang memiliki wawasan luas, pandai komunikasi, bisa berbahasa Sunda dan seksi seperti Aura Kasih. Karena mendapatkan tipe itu di diri Atalia Praratya, dan tak mau kehilangan, selain tentu saja keinginan untuk menaklukkan tantangan, ia memutuskan menikah saat usianya baru 25 tahun dan belum mapan. Ia mengaku diuntungkan oleh anggapan masyarakat bahwa jurusan arsitektur memiliki prospek yang baik di mata mertuanya. “Lalu untuk calon istri saya, saya hanya memberinya mimpi-mimpi. Kalau kamu sama aku, aku pasti akan ajak kamu keliling dunia, dan dia mau, “ia lalu tertawa. “Saya tidak membual. Saya selalu punya cara untuk meraih mimpi dalam segala hal.” Bapak dua anak ini kini sudah meraih semua yang diinginkannya.
Lalu ia tiba-tiba terdiam. “Saya jadi ingat ayah. Bila dulu saya rebellious terhadap ayah, saya banyak berontak dalam hidup, setelah ayah meninggal, kangennya luar biasa. Banyak nilai dalam hidup ayah yang saya rasakan sekarang. Saya kini lebih paham ajaran ayah saya ketika saya dibenturkan dengan realita hidup sesungguhnya,” di akhir pertemuan itu ia mengenang kembali sosok sang ayah yang meninggal saat ia tengah mengerjakan tugas akhir kuliahnya. “Salah satu yang mendorong saya jadi arsitek adalah ayah, karena dia suka renovasi rumah. Mungkin dia bermimpi ingin jadi arsitek,”lanjut Ridwan yang merasa kini wajahnya menjadi sangat mirip dengan ayahnya.
“Seandainya ayah masih hidup, mungkin ia akan bahagia melihat saya sekarang,” ucapnya. Matanya berkaca- kaca. Diam. Lama.  Lalu tangannya menuliskan status di facebook-nya dengan segera: Ridwan Kamil thinking his childhood life, I miss my late dad (Hadi pratama).

Read more ...
Saturday, 21 December 2013

Ridwan kamil membenhi jl. dalem kaum

jl dalem kaum pingir jogja kepatihan   Semenjak kepemimpinan walikota baru bandung,pusat kekumuhan kota sedikit demi sedikit sudah mulai tertata rapih dan menjadi indah di hiasi oleh tanaman-tanaman hias .mengapa tidak ,karena di setiap sisi kanan dan kiri di simpan pot super besar dengan tanaman dan pepohonan yang sangat indah bila di lihat .
Memang bukan hanya omdo ,seorang ridwan kamil yang sering di sapa kang kamil ini merubah wajah kota  bandung menjadi lebih indah lagi dan melanjutkan PR yang sangat banyak .dikatakan ada 300PR baginya yang di cicil satu persatu untuk membenahi kota kelahiranya itu bandung tercinta.
sebagai warga bandung sendiri saya merasakan mulai ada perubahan yang baik,bisa di lihat saja banyak nya perbaikan jalan di kota bandung menjadi jalan beton maupun aspal,tanaman yang menancap di terotoar yang berada di sepanjang jl.asia afrika,dan bebasnya PKL di pusat kota. saya harapkan gagasan dan inspirasinya terus mengalir untuk bandung tercinta agar bandung ini menjadi kota juara.
namun saya harapkan di blog saya ini saya ingin menyampaikan beberapa pendapat saya mengenai perubahan yang di lakukan .Bapak ridwan kamil, mengapa para pedagang PKL tidak di pindahkan ke palaguna saja ? kan toko nya sudah di bebaskan,mengapa harus di pindahkan ke gedebage yang belum tentu di sana akan seramai dan selau di tengah kota dan bapak sendiri yang pernah bilang di sebuah acara telepisi lokal tentang solusi palaguna ini sendiri .saya harapkan ada sebuah kebijakan yang baik untuk para PKL ini karena saya lihat masih banyak PKL yang masih mangkal di sepanjang jalan apalagi di pinggir mesjid raya bandung sebelah swarha,banyak sekali preman,PKL,gelandangan,dan pengemis yang menurut saya itu menggangu kenyamanan publik dan menggangu pemandangan sebuah tempat ibadah yang seharusnya sakral.di sayangkan adanya satpol pp tidak membersihkan 100% keadaan tersebut .lihat saja di dalamnya halaman mesjid agung masih ada PKL dan satpol pp terus berjaga dan menyusuri jalan tetapi aneh kenapa tidak di tertibkan PKL yang berada di samping mesjid raya bandung itu ? saya merasakan keanehan.
saya harap bapak bisa menjadikan solusi,gagasan dan inspirasi bapak itu mengisi semua PR bapak dengan baik agar nama bandung menjadi harup mewangi seperti halnya dulu sebuah kota yang aman,nyaman dan tertib .


Jl. asia afrika

jl dalem kaum pingir jogja kepatihan

mesjid raya bandung

jl dalem kaum pingir jogja kepatihan

Read more ...
Tuesday, 3 December 2013

Apakabar Palaguna Nusantara ?

pada blog saya sebelumnya di www.hadimocca.blogspot.com saya membahas tentang perjalanan saya yang mengulik gedung tua di kota kembang bandung ,salah'satu nya yaitu palaguna nusantara. beberapa hari lalu saya mendatangi lagi gedung mall yang pernah jaya pada tahun 91an itu dengan dekor yang masih tertata sampai sekarang meskipun mungkin ada perubahan dari segi material dan intruksi nya karena mengikuti mode. mall yang mati ini rupanya ada cahaya kecil yang meneranginya mengapa tidak karena ada pembebasan dari pemerintah,itu yang tertera pada stiker yang menempel di setiap kiosnya .rupanya renopasi pun mulai di lakukan namun entah akan menjadi gedung mall lagi atau sebagai gedung futsall ,karena beberapa bulan lalu lantai 2 nya di pakai sebagai futsall namun beberapa bulan kemudian hilang entah kemana.

Rupanya kinerja walikota bandung teranyar ini (ridwan kamil) belum bertahun saja sudah menimbulkan rasa perubahan.lihat saja di jl.dalem kaum yang dahulunya semeraut tak tertata kini menjadi bersih dari PKL dan kini ia mulai menghidupkan lagi sisi pusat kota yaitu palaguna .sebelumnya saya pernah melihat acara nya R.K di sebuah televisi suasta yaitu I LOVE BANDUNG SOLUSI KAMIL yang ada salah satu topiknya membahas sedikit tentang palaguna dan sedikit kata yang saya ingat yaitu "mengapa di tengah kota ada gedung yang mati seperti ini ?" maka setelah itu dia memberikan gagasan yang keren .tak hanya OMDO R.K rupanya mewujudkan semua ucapanya dulu yang dia lontarkan pada acara televisi lokal tersebut. tak salah warga bandung memilih R.K ,R.K bagi saya merupakan inspirasi .R.K tak perlu blusukan seperti jokowi tetapi iya bisa membenahi bandung secara maksimal meskipun belum 1th menjabat.

kita lihat saja kedepanya tentang palaguna nusantara ini ,karena saya merasa miris sekaligus kasihan dengan pedagang yang masih ada di dalamnya. mereka hanya duduk diam tetapi entah menunggu siapa karena orang yang masuk ke dalam pun ssangat jarang bahkan tidak ada .semoga palaguna bisa hiduplagi dengan nama,warna dan cerita yang baru . (H.P)
Read more ...
Monday, 21 October 2013

cara membuat WEB


langkah awal anda hanya perlu bisa memahami bagaimana menjalankan blogger ,jika anda pernah membuat blogger dan menggunakanya pasti daya jamin anda bisa untuk menggunakan situs WAB anda . langkah nya sebagai berikut :

langkah pertama :
 klik http://www.123website.co.id/ lalu klik COBA SEKARANG

kemudian akan masuk pada tampilan web yang akan anda gunakan



  lalu anda akan di perintahkan untuk memilih tajuk atau tamplate


pilihlah nama yg akan anda buat sebagai URL nanti dan akan menjadi sebuah DOMAIN jika anda menginginkan web anda ber tuliskan (.com)


sisipkan katasandi yang nantinya akan menjadi sebuah kata kunci untuk anda masuk ke dalam situs web anda

Masukan alamat email anda agar dapat mempertegas bahwa anda memang profesional dan mempunyai kotak surat pribadi

Anda akan di pertanyakan dengan nada "untuk apa anda membuat web" dan anda sesuaikan jawaban tersebut dengan kebutuhan anda









jika sudah selsai anda akan masuk ke tahapan ke-2 yaitu megatur postingan dan hal lainya seperti jika di blogger yaitu dasboard dan tata letak .klik BERIKUTNYA  maka anda akan masuk ke dasboard

Jika anda sudah beres dengan pembahasan di atas anda bisa mempelajarinya dengan cara yang hampir sama dengan mengoprasikan blogger .
sekian dari saya dan terimakasih ;)
Read more ...
Friday, 27 September 2013

Mocca Luncurkan Single Terbaru

Band indie pop asal Kota Bandung, Mocca merilis single teranyarnya, “Imaginary Girlfriend” yang menjadi penanda bahwa band ini masih tetap berdiri dan dicintai para Swinging Friends  (sebutan fans Mocca). Selepas Arina Epiphania (vokalis) pergi merantau ke Amerika pada 2011 lalu, Mocca tak sekalipun merilis lagu-lagu baru. Bahkan beredar pula gosip band yang telah malang melintang di dunia musik independen ini bubar. Namun, single ini membuktikan bahwa band yang terdiri dari Arina Epiphania (vokal), Riko Prayitno (gitar), Toma Pratama (bass), dan Indra Massad (drum) ini menunjukkan eksistensinya.
“Single ini menjadi semacam ‘hadiah’ buat Swinging Friends yang sudah setia menunggu lagu baru kami, ”ujar gitaris Riko Prayitno. Single “Imaginary Girlfriend” bercerita mengenai hubungan cinta yang tragis nan ironis. Single ini diambil dari curhatan sahabat Arina yang sedang jatuh cinta pada seorang wanita yang baru dikenalnya. Seringkali sang sahabat ini bercerita dan mengagumi kecantikan wanita tersebut dan betapa dia senang bisa kenal dengan sang pujaan hatinya ini.

Akan tetapi, Arina belum pernah melihat sosok wanita pujaan sahabatnya itu dan kemudian dia pada tahap tidak percaya kalau wanita ini memang ada atau tidak. Cerita itu kemudian menjadi inspirasi Arina. Lagu ini ditulisnya untuk menceritakan kisah unik sahabatnya tersebut. Mungkin semua orang rasanya pernah punya obsesi pada wanita pujaannya seolah menjadi pacar khayalan.
Musik “Imaginary Girlfriends” masih menampilkan karakter musik Mocca yang khas. Nuansa swing dan indie pop yang selama ini menjadi nyawa musik Mocca mendapat porsi yang cukup besar. Nuansa sound pun dibuat lebih up-beat dan bertenaga lewat sentuhan pukulan drum yang khas dari Indra dan raungan sound gitar yang lebih keras dari Riko.
Single “Imaginary Girlfriend” pertama kali dibawakan ke hadapan Swinging Friends saat Mocca tampil dalam sebuah acara Secret Show di Maja House pada awal Agustus 2012 lalu. “Sebenarnya lagu ini kami bikin khusus untuk penonton yang hadir dalam Secret Show tahun lalu. Memang tak ada rencana dibuat versi rekamannya. Namun banyak Swinging Friends yang mendesak agar kami membuat versi rekamannya. Makanya, ya udah dibuat lagu ini,” tutur Riko menjelaskan alasannya merekam lagu ini.

single “Imaginary Girlfriend” juga dibuat video klipnya oleh sutradara Ricky Indrawan dan Vinca Callista. Salah satu hambatan dan tantangan dalam proses kreatif pembuatan lagu ini adalah membangun chemistry saat proses rekaman berlangsung. Karena beberapa personil Mocca terpisah jarak di beberapa kota – Arina yang kini menetap di Amerika, Riko yang masih tinggal di Bandung sedangkan Indra dan Toma yang kini berdomisili di Jakarta – cukup merepotkan dalam proses pembuatan lagu ini.
Proses rekaman pun dilakukan di tiga studio berbeda yaitu Aru Studio, Infinite Labs (Bandung) dan Opera Studio (Jakarta). “Karena domisili para personil Mocca ini berbeda kota dan dengan aktifitas berbeda,  jadi proses rekaman dilakukan secara terpisah. Membutuhkan beberapa hari untuk rekaman instrumen dan vokal dan mendapatkan hasil yang benar-benar paling oke,” jelas Riko. “Karena tempat dan dan waktu yang terbatas, kami coba metode rekaman jarak jauh ini buat Mocca. Karena yang sangat penting itu akurasi dan presisi secara waktu,” tambah Riko. Proses rekaman lagu ini menghabiskan waktu satu hari dan dua minggu untuk proses mixing dan mastering.
Single “Imaginary Girlfriend” ini diproduksi ekslusif oleh label milik mereka sendiri, Lucky Me Records dan bekerja sama dengan Musiku Records dan FFWD Records untuk distribusi dan promosi agar single “Imaginary Girlfriend” bisa lebih dinikmati oleh khalayak luas musik Indonesia.
Read more ...
Thursday, 26 September 2013

Insidious Chapter 2 Meraih Prestasi di Minggu Pertamanya

Di minggu pertama penayangannya, Insidious Chapter 2 sukses meraih beberapa prestasi. Film terbaru arahan sutradara James Wan tersebut diketahui telah berhasil mendapat pemasukan 41 juta dollar Amerika Serikat sekaligus menduduki puncak box office di Amerika bagian Utara.
 
Prestasi yang di raih Insidious Chapter 2 berhasil mengalahkan film sebelumnya yang hanya meraih 13,3 juta dollar Amerika Serikat di minggu pertama penayangannya. Dengan catatan 41 juta dollar, Insidious Chapter 2 juga mengukuhkan diri sebagai film horor kedua dengan pendapatan terbesar di minggu pertama pada tahun 2013. Angka tersebut hampir mengalahkan film Conjuring yang meraih 41,9 juta dollar dimana James Wan juga turut andil didalamnya. 
 
Selain itu, Insidious Chapter 2 juga menjadi film horor dengan pembukaan terbesar ketiga dimana posisi pertama masih diduduki Paranormal Activity 3 (2011) dengan pendapatan 52 juta dollar Amerika Serikat.
 
Menurut berita yang dilansir dari Aceshowbiz, berdasarkan survey film Insidious Chapter 2 ditonton oleh 54% pria dan 48% wanita dengan usia berkisar 25 sampai 35 tahun. Insidious Chapter 2 mengisahkan tentang keluarga Lambert yang mencari tahu mengenai misteri masa kecilnya. Namun usaha itu justru membawa mereka ke dunia yang penuh dengan teror menakutkan.
 
Berikut adalah peringkat 10 besar box minggu di akhir pekan kemarin:
 
1. Insidious Chapter 2: 41 juta dollar
2. The Family: 14.5 juta dollar
3. Riddick: 7 juta dollar
4. Lee Daniels' The Butler: 5.6 juta dollar
5. We're the Millers: 5.4 juta dollar
6. Instructions Not Included: 4.1 juta dollar
7. Planes: 2.9 juta dollar
8. One Direction: This Is Us: 2.4 juta dollar
9. Elysium: 2.2 juta dollar
10. Percy Jackson: Sea of Monsters: 1.8 juta dollar
 
 
Read more ...

Insidious 3 Telah Resmi Menunjuk Penulis Skenarionya

Tertanggal 13 September lalu, perfilman di dunia, khususnya Amerika Serikat memang telah diramaikan dengan kehadiran sekuel film . Meski di Cinema 21 masih menunggu tanggal perilisan, namun kabar menarik seputar film horor satu ini sudah kembali menyeruak.
Pasalnya, Leigh Whannel, sang penulis skenario Insidious (2011) dan Insidious Chapter 2 (2013), kini dilaporkan akan kembali menulis skenario untuk film ketiganya. Hal tersebut didasari pernyataan Jason Blum, produser dari dua film Insidious.
"FilmDistrict, eOne, dan SPWA telah menjadi mitra yang luar biasa di waralaba Insidious," ucap Blum, "Kami sangat berterima kasih untuk bagaimana teman-teman semua mendukung James Wan dan Leigh di film terbaru ini. Dan lihat apakah Leigh mampu menarik perhatian untuk film ketiga nanti," lanjutnya.
Meski diutarakan secara implisit, namun tidak mengurangi rasa penasaran yang juga akan berdampak pada jumlah penonton dari Insidious Chapter 2. Dalam ranah domestik di pasar AS sendiri, Insidious Chapter 2 telah menghasilkan uang sejumlah 40,2 juta dollar. Jelas angka tersebut telah melampaui anggaran produksi mereka yang hanya sebesar 5 juta dollar. Sedangkan di film pertamanya, dengan biaya produksi senilai 1,5 juta dollar, Insidious mampu mengantongi penghasilam 97 juta dollar dari seluruh dunia.
Sayangnya, James Wan yang merupakan salah satu penyokong kesuksesan Insidious Chapter 2 diketahui tidak akan kembali untuk film ketiga lantaran komitmennya beberapa waktu lalu untuk tak lagi menyutradarai film horor. Dan diketahui pula, saat ini Wan tengah sibuk menggarap Fast and Furious 7 bersama Vin Diesel dan Paul Warker.
Insidious Chapter 2 mengisahkan tentang kepindahan keluarga Josh dan Renai Lambert ke rumah baru mereka paska tragedi memilukan di film pertama. Dan ternyata, makhluk gaib tersebut masih mengikuti mereka sekalipun sudah berada di tempat yang berbeda.
Patrick Wilson, Rose Byrne, Ty Simpkins, Lin Shaye, dan Barbara Hershey dipastikan kembali dalam Insidious Chapter 2. Bagaimana kengerian yang diciptakan James Wan untuk Insidious Chapter 2?


Read more ...
Wednesday, 28 August 2013

Cara menggunakan BB sebagai Wifi Router


sekarang ini banyak kafe, mal dan restoran di kota-kota besar yang menyediakan layanan wifi hotspot gratis. Banyak orang berdiam diri cukup lama di kafe untuk menggunakan wifi gratis dengan hanya bermodalkan secangkir kopi. Namun, sering kali fasilitas wifi gratis ini tidak tersedia setiap saat, seperti saat berada di perjalanan atau di desa terpencil.
Sementara itu, banyak orang yang mempunyai BB dan berlangganan paket browsing. Untuk chatting dan browsing darurat BB memang praktis, tapi bagaimana memanfaatkan konektifitas yang sudah ada secara maksimal?
Ada dua cara untuk menghubungkan BB ke laptop anda. Yang pertama adalah secara manual, dan prosesnya susah-susah gampang. Secara garis besar, tahap-tahapnya adalah sebagai berikut:
  1. Pastikan anda menhubungkan kabel USB dan sudah menginstal BB handheld manager di komputer anda
  2. Pastikan spesifikasi BlackBerry anda sesuai untuk fungsi modem.
  3. Pada umumnya model BB di atas menyediakan driver modem. Apabila tidak tersedia, driver bisa di download dari
  4. Cek bahwa modem driver tersebut berfungsi.
  5. Daftarkan koneksi internet baru pada komputer anda.
  6. Disable IP header Compression:

www.blackberryforums.com
Cara pertama ini mungkin terasa sulit terutama bila tidak terbiasa dengan menyambungkan koneksi internet sendiri. Untuk memudahkan, Blackberry app world menyediakan app khusus yang dapat secara praktis mengubah BB menjadi router. App khusus ini bernama Tether dan cara penggunaannya dapat dilihat dari situs tether.com. App ini cukup diinstal di BB dan laptop, dan proses koneksi internet yang mengubah BB menjadi router akan dipandu dari awal hingga akhir. Prosesnya cukup lima menit. Aplikasi ini bisa menggunakan koneksi melalui kabel USB atau bluetooth.
Harga aplikasi memang mahal, kira-kira Rp. 270,000. Memang tidak beda jauh dari harga awal modem (seperti Telkom Flazz). Tapi, kalau dipertimbangkan secara jangka panjang, menggunakan BB sebagai modem lebih hemat karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk paket intenet yang terpisah dengan modem. Biaya yang perlu dipersiapkan adalah biaya yang sesuai dengan harga BlackBerry dan tidak perlu jenis BlackBerry terbaru. Biaya konektifitas udah termasuk didalam harga BlackBerry data service yang memang sudah dibayar. Apalagi sekarang ada beberapa provider yang menyediakan konektifitas yang cukup kuat untuk bisa streaming musik dan video.

Yang penting untuk diingat dalam menggunakan BB menjadi wifi router adalah jenis paket internet yang didaftarkan. Pastikan untuk mendaftarkan BB dengan paket unlimited yang berarti termasuk paket browsing. Jangan sampai salah menggunakan BB sebagai modem ketika berlangganan paket dengan internet berkuota karena tagihan internet dapat melonjak tinggi.
Bahkan penggunaan internet tidak hanya untuk keadaan darurat, tapi bisa sebagai alternatif internet di rumah. Keuntungan ekstra ketika mengubah BB menjadi wifi router terlihat pada tagihan internet bulanan, dimana satu tagihan dapat dapat memberikan kebebasan dalam penggunaan internet diberbagai macam tempat. Modal awal memang sedikit berat, namun hidup akan menjadi lebih mudah di masa depan.
Read more ...
Tuesday, 27 August 2013

Dago Pakar


curug omas
perjalanan ke curug omas

Bandung kini telah padat dan sumpek setiap minggunya bandung di penuhi wisatawan luar bandung seperti jakarta namun entah menggapa penduduk asli bandung nya hanya diam di rumah ,alasanya karena macet oleh wisatawan.nah bagi anda yang ingin merasakan dinginya kota bandung yang sesungguh nya dan bosan dengan perkotaan bisa berkunjung ke wilayah Ir. H Djuanda yang bisa di tempuh 40 menit dari pusat kota .Oleh karena itu, Taman Hutan Raya (Tahura) yang berada di Jalan Ir. H Djuanda menjadi alternatif wisata hijau di tengah cuaca Kota Bandung yang semakin panas karena keterdesakan ruang terbuka hijau oleh industri. Taman hutan ini menyuguhkan panorama hutan ngariung ketika menikmati bekal. Selain itu terdapat panggung terbuka,
Kawasan Bandung Utara dimana menjadi penyumbang udara bersih dan pasokan air yang kian menipis jumlahnya.Di kawasan Dago Pakar juga terdapat gua peningalan penjajah Jepang dan Belanda. Gua ini juga dapat dijadikan sebagai lokasi liburan wisata yang cocok di Bandung. Selain terdapat gua, terdapat curug yang menambah keindahan dri kawasan Dago

perjalanan ke curug omas
Pakar. Goa Jepang, goa Belanda, curug Dago dan hutan alam yang indah bisa kita nikmati di kawasan ini. Goa Belanda dan Goa Jepang merupakan peninggalan masa penjajahan Jepang dan Belanda yang difungsikan sebagai tempat
penyimpanan bahan makanan dan juga sebagai gudang senjata. Untuk  sarana penunjang, pihak pengelola Tahura menyediakan sejumlah gazebo-gazebo yang terkadang dimanfaatkan oleh para pengunjung sebagai tempat
mushola dan tempat bermain anak. Pengunjung reguler biasanya memadati tempat ini saat akhir pekan, sedangkan rombongan dari sekolah atau tim penelitian biasanya datang di hari-hari biasa.namun jika anda ingin pergi ke air terjun omas anda
harus mempersiapkan kondisi anda atau kendaraan anda ,dari goa sendiri jarak nya sekitar 5km dengan rute jalan naik turun dan jalanan nya yang licin dan agak rusak .

dengan ticket masuk sebesar Rp 25000,-/motor anda bisa menikmati keindahan goa belanda dan curug omas .saran saya anda membawa senter sendiri karena mahalnya sewa senter atau sewa lainya.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang berdatangan ke Dago Pakar, maka restoran-restoran
baru pun mulai bermunculan yang membawa serta konsep dan produk baru. Dengan pertambahan jumlah kafe dan restoran ini pun, pilihan tempat bagi para pengunjung ikut bertambah, dari sekedar tempat ngopi, pub, rumah makan tradisional hingga restoran bertaraf internasional pun hadir mewarnai persaingan bisnis di kawasan ini.










Read more ...
Friday, 2 August 2013

The Conjuring

Mengerikan ! Simak Kisah Nyata di Balik Film The Conjuring

Tahukah Anda? Banyak cerita-cerita yang jauh lebih menyeramkan saat berbicara mengenai kisah nyata dibalik The Conjuring.

Salah satunya adalah kisah mengenai boneka mengerikan, Annabelle.

Berikut ringkasan ceritanya:

Dikutip oleh lip6 dari kisah aslinya, boneka Anabelle dihadiahkan kepada Donna pada 1970 silam. Sayang, dengan statusnya sebagai mahasiswi yang tinggal sekamar dengan kedua temannya, Angie dan Lou, sosok Anabelle pun kurang mendapat perhatian yang seharusnya.

Alhasil, boneka berbentuk wanita tersebut lebih sering ditinggalkan di atas tempat tidur atau sofa saat ketiganya tengah berkumpul atau bermain di luar apartemen.

Hal ini membuat Anabelle terlihat kesepian, terlebih dengan sifat Lou yang selalu memiliki perasaan aneh pada boneka, Anabelle pun seolah tinggal menunggu waktu saja untuk dikembalikan pada sang pemberi hadiah, Ibunda Donna.

Seiring dengan berjalannya waktu, beberapa keanehan pun mulai terjadi pada Anabelle. Meski awalnya tidak terlalu disadari, boneka itu mulai terlihat beberapa kali berpindah tempat dari posisi asalnya.

Apalagi, semenjak ketiganya mulai menjalani studi keperawatan, keganjilan itu pun semakin meningkat dengan mimpi-mimpi buruk serta siksaan fisik secara gaib yang diterima oleh ketiganya. Bahkan, puncaknya pada suatu hari, mereka menemukan keadaan ruangan yang sudah tersayat-sayat dengan Anabelle yang tergeletak di lantai sambil berlumuran gumpalan merah seperti darah.

Mulai merasa tak tahan dengan hal tersebut, ketiganya pun memutuskan untuk memanggil pasangan Demonologist, Ed dan istrinya, Lorraine Warren guna mencari tahu penyebab aslinya.

Usai menemui Donna, Lou, dan Angie, pasangan Warrens menyimpulkan jika tak ada setan yang mampu hidup di dalam tubuh boneka. Namun demikian, mereka tetap memperingatkan bahwa boneka tersebut bisa saja dijadikan media untuk memanipulasi dan menghantui pemilik aslinya, Donna.

Dalam hal ini, mereka juga menambahkan jika itu bisa menjadi ancaman yang cukup berbahaya bila tidak ditangani secepatnya. Terutama dengan sifatnya yang diibaratkan mereka seperti permen karet, menempel dan sulit untuk dilepaskan.

Akhirnya, guna menghentikan resiko terburuk, mereka pun sepakat untuk mengadakan upacara pengusiran setan. Saat itu, pasangan Warrens juga memutuskan untuk memasukan Anabelle kedalam tas dan mengamankannya ke rumah mereka.

Sayang, semuanya tak berjalan segampang itu, Anabelle dikabarkan beberapa kali memberontak sehingga menyebabkan perjalanan mereka terganggu.

Namun, di luar itu semua, ketiga mahasiswi itu sudah bisa bernafas lega karena terlepas dari teror mengerikan itu.
Sama dengan apa yang pernah terjadi di apartemen Donna, Anabelle pun kembali menunjukan eksistensinya dengan berkeliaran di rumah keluarga Warrens. Bahkan, berbeda dengan sebelumnya, Anabelle diceritakan sempat melayang hingga membuat Ed dan Lorraine harus bekerja keras untuk mendapatkannya kembali.

Akhirnya, tak ingin ada hal buruk yang terjadi, Ed membuatkan sebuah lemari terkunci untuk Anabelle. Dan hingga saat ini, boneka wanita tersebut masih terdiam disana seolah menanti untuk dibebaskan.

Diketahui, Ed Warren sendiri meninggal pada 2006 lalu saat menginjak usia 79 tahun. Sedang, Lorraine, masih meneruskan pekerjaannya sebagai Demonologist.


Read more ...